Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffazh: Program Unggulan Tahfidz Al-Qur’an di Al Azhar
Menghafal Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk kecintaan seorang muslim terhadap kitab suci. Selain membutuhkan kemampuan membaca yang baik, proses menghafal juga membutuhkan kedisiplinan, kesungguhan, konsistensi, dan lingkungan yang mendukung. Karena itu, pembinaan Al-Qur’an sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki wawasan luas, tetapi juga dekat dengan nilai-nilai keislaman.
Salah satu program yang menghadirkan pembinaan khusus dalam bidang Al-Qur’an adalah Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffazh (JQH) di Pondok Pesantren Modern Al Azhar. Program ini menjadi wadah bagi santri yang memiliki minat untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an secara lebih terarah.
Mengenal Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffazh
Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffazh merupakan kelompok khusus yang diperuntukkan bagi santri yang berminat mengembangkan kemampuan dalam bidang Al-Qur’an, khususnya hafalan.
Program JQH menjadi salah satu bagian dari upaya Pondok Pesantren Modern Al Azhar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, memiliki kecintaan terhadap ilmu agama, serta mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Calon santri yang berminat mengikuti kelompok khusus JQH terlebih dahulu mengikuti tes membaca dan menghafal Juz ‘Amma sebagai bagian dari proses seleksi.
Membangun Kebiasaan Bersama Al-Qur’an
Menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan dan konsistensi. Karena itu, kehidupan pesantren menjadi lingkungan yang mendukung santri untuk membangun kebiasaan tersebut.
Aktivitas santri di Pondok Pesantren Modern Al Azhar diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk membaca Al-Qur’an, tahsin, tahfidz dan muroja’ah. Pembiasaan ini membantu santri untuk terus menjaga interaksi dengan Al-Qur’an di tengah aktivitas pendidikan dan kehidupan asrama.
Tidak hanya mengejar jumlah hafalan, proses pembinaan juga diarahkan agar santri memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik, hafalan yang terjaga dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Tahsin dan Tahfidz sebagai Bagian dari Pendidikan
Program Al-Qur’an di Pondok Pesantren Modern Al Azhar tidak berdiri sendiri. Tahsin dan tahfidz menjadi bagian dari rangkaian pendidikan yang terintegrasi dengan pembentukan karakter santri.
Melalui tahsin, santri mendapatkan pembinaan dalam membaca Al-Qur’an dengan baik. Sementara melalui tahfidz dan muroja’ah, santri dilatih untuk menjaga hafalan secara konsisten.
Kegiatan tersebut juga berjalan berdampingan dengan pembelajaran umum, kajian keislaman, bahasa Arab dan Inggris, serta berbagai program pengembangan diri.
Membentuk Santri yang Berilmu dan Berakhlak
Tujuan pendidikan Al Azhar bukan hanya menjadikan santri mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki akhlak dan karakter Islami.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an diharapkan dapat tercermin dalam sikap dan perilaku santri, baik ketika berada di lingkungan pesantren, sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Dengan demikian, program JQH menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan keseimbangan antara kemampuan menghafal, pemahaman nilai keislaman dan pembentukan akhlak.
Lingkungan Pesantren yang Mendukung
Sistem boarding school di Pondok Pesantren Modern Al Azhar memberikan kesempatan kepada santri untuk menjalani aktivitas pendidikan dan pembinaan dalam lingkungan yang terarah.
Rutinitas seperti sholat berjamaah, sholat Tahajud dan Dhuha, dzikir, tahsin, tahfidz serta muroja’ah menjadi bagian dari kehidupan santri. Dukungan lingkungan tersebut diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan positif dan kedisiplinan dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
Menjadi Generasi yang Dekat dengan Al-Qur’an
Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffazh (JQH) merupakan salah satu bentuk komitmen Pondok Pesantren Modern Al Azhar dalam memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi di bidang Al-Qur’an.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, santri diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
